Komunitas budaya · Indonesia

Suku Dayak Tunjung

Suku Dayak Tunjung (Tonyooi) adalah suku bangsa yang terdapat di Kabupaten Kutai Barat (24,2%) dan Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Dalam wilayah Kabupaten Kutai mereka tersebar dalam sejumlah wilayah kecamatan, misalnya Kecamatan Kota Bangun, Kecamatan Melak, Kecamatan Barong Tongkok, Kecamatan Kembang Janggut, Kecamatan Kenohan dan Kecamatan Muara Pahu.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah terkait menurut Wikidata: Indonesia·Sumber per 2026-10-14

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 29756663. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Komunitas budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Nama dan identitas

Suku Dayak Tunjung · Suku Tunjung · Dayak Tunjung · Tunjung people

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks kelompok#

Suku Dayak Tunjung (Tonyooi) adalah suku bangsa yang terdapat di Kabupaten Kutai Barat (24,2%) dan Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Dalam wilayah Kabupaten Kutai mereka tersebar dalam sejumlah wilayah kecamatan, misalnya Kecamatan Kota Bangun, Kecamatan Melak, Kecamatan Barong Tongkok, Kecamatan Kembang Janggut, Kecamatan Kenohan dan Kecamatan Muara Pahu. Orang Tunjung ini masih dapat dibagi atas beberapa sub kelompok, misalnya sub kelompok Tunjung Bubut, Tunjung Asli , Tunjung Bahau , Tunjung Hilir, Tunjung Lonokng, Tunjung Linggang, dan Tunjung Berambai.

Tonyoi-Benuaq merupakan nama lain dari Tunjung-Benuaq. Kedua Suku Dayak ini punya sejarah tidak terpisahkan baik dari segi sosial dan budaya. Namun sering pula disebutkan secara terpisah yaitu Suku Dayak Tunjung dan Suku Dayak Benuaq.

Rujukan bagian ini · revisi 29756663

Sejarah dan Asal Usul Nama Dayak Tunjung#

Konon menurut cerita Suku Dayak Tunjung ini berasal dari dewa-dewa yang menjelma menjadi manusia untuk memperbaiki dunia yang sudah rusak yang terkenal dengan sebutan “Jaruk’ng Tempuq”. Jaruk’ng adalah nama dewa yang menjadi manusia dan Nempuuq atau Tempuuq berarti terbang. Nama suku Dayak Tunjung ini menurut mereka adalah Tonyooi Risitn Tunjung Bangkaas Malikng Panguruu Ulak Alas yang artinya Suku Tunjung adalah pahlawan yang berfungsi sebagai dewa pelindung.

Nama asli suku Tunjung ini adalah Tonyooi, sedangkan kata Tunjung sendiri dalam bahasa dayak Tunjung adalah “Mudik” atau menuju arah hulu sungai. Ceritanya pada suatu hari Seorang Tonyooi Mudik dan bertemu dengan orang Haloq (Sebutan Suku Dayak kepada seseorang yang meninggalkan adat dayak) kemudian Haloq tersebut bertanya pada Tonyooi ingin pergi kemana, kemudian si Tonyooi Menjawab “Tuncuuk’ng”, maksudnya mudik. Orang Haloq lalu terbiasa melihat orang yang seperti ditanyainya tadi disebut “Tunjung” dan hingga sekarang namanya tersebut masih dipergunakan dalam administrasi bahkan dalam catatan di Kerajaan Kuatai dan Penjelajah Eropa.

Rujukan bagian ini · revisi 29756663

Sistem Kepercayaan#

Sebagian besar anggota masyarakat suku-bangsa ini memeluk agama Kristen dan sebagian lainnya memeluk agama Islam. Namun secara umum mereka masih saja mengadakan hubungan dengan roh-roh berdasarkan sistem kepercayaan leluhurnya. Hubungan dengan roh-roh itu untuk meminta keselamatan, rezeki dan lain-lain. Yang menjadi penghubungan dengan roh-roh itu adalah para dukun (beliatn). Masyarakat Dayak Tunjung menyebut Tuhan dengan sebutan Lahtala.

Rujukan bagian ini · revisi 29756663

Sistem Mata Pencaharian#

Mata pencaharian utama orang Tunjung adalah bertani ladang dan sebagian masih merupakan ladang berpindah dengan tanaman pokoknya padi. Di samping itu mereka juga menanam palawija, seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang-kacangan, sayur-sayuran, serta tanaman keras misalnya kelapa, durian, rambutan, cempedak, langsat, dan lain-lain. Sebagai mata pencaharian tambahan mereka menangkap ikan di sungai menggunakan bubu atau alat penangkap ikan tradisional suku dayak, berburu binatang di hutan atau menggunakan jerat, mengumpulkan hasil hutan seperti rotan, damar, tengkawang, sarang burung.

Rujukan bagian ini · revisi 29756663

Sumber dan cakupan

Suku Dayak Tunjung

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.

Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q2567458 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2548938764. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan