Komunitas budaya · Indonesia

Suku Sea-sea

Suku Seasea (Banggai: Pau Seasea) adalah kelompok etnis yang tinggal di daerah pedalaman dataran tinggi dan pegunungan Pulau Peleng di Kabupaten Banggai Kepulauan. Mereka adalah sub-suku Banggai, suku yang dominan di Banggai Kepulauan dan Banggai Laut.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah terkait menurut Wikidata: Indonesia·Sumber per 2026-10-14

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 29937569. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Komunitas budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Uraian dan sumber tersedia. Dokumentasi foto atau media belum tersedia dalam profil ini.

Nama dan identitas

Suku Sea-sea · Suku Seasea

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks kelompok#

Suku Seasea (Banggai: Pau Seasea) adalah kelompok etnis yang tinggal di daerah pedalaman dataran tinggi dan pegunungan Pulau Peleng di Kabupaten Banggai Kepulauan. Mereka adalah sub-suku Banggai, suku yang dominan di Banggai Kepulauan dan Banggai Laut.

Rujukan bagian ini · revisi 29937569

Sejarah#

Suku Seasea adalah masyarakat adat di Lipu Tanga Sesea dan merupakan penduduk asli Pulau Peleng, sebagian besar wilayahnya berada di pegunungan atau di tengah Pulau Peleng, Kabupaten Banggai Kepulauan. Wilayah adat suku ini telah ditetapkan oleh Bupati Banggai Kepulauan sebagai lokasi pembangunan Tugu Seasea, tepatnya di desa Osan sebagai bagian dari sub-suku Banggai.

Menurut para pemimpin adat Seasea, wilayah mereka yang berada di pegunungan terpisah dari wilayah pesisir. Hal ini terjadi karena pada jaman dahulu kala, terdapat suatu kesepakatan antara penduduk yang tinggal di daerah pegunungan dengan penduduk daerah pesisir. Perjanjian ini dibuktikan dengan adanya tempat yang bernama Labotan Toutobunan, yaitu kuburan seorang anak yang dibelah dua dan dikuburkan di dua tempat yang berbeda.

Rujukan bagian ini · revisi 29937569

Populasi dan distribusi#

Populasi suku Seasea berjumlah 1.655 jiwa, terdiri dari 842 laki-laki dan 813 perempuan dalam 445 keluarga. Permukiman mereka meliputi desa Osan, Lemelu, Momotan, Tatarandang, Alani, dan Palabatu II yang kesemuanya terletak di dataran tinggi pedalaman.

Saat ini, suku Seasea sudah banyak yang turun dan tinggal di daerah lembah dan dataran rendah bersama dengan suku Banggai pada umumnya. Misalnya, di perumahan-perumahan di desa-desa, mereka tinggal berdampingan dengan para pendatang. Banyak dari mereka bahkan telah meninggalkan Pulau Peleng.

Rujukan bagian ini · revisi 29937569

Gaya hidup#

Di pegunungan, di Pulau Peleng, suku Seasea hidup dengan bercocok tanam. Mereka mengonsumsi umbi-umbian, terutama ubi banggai, ubi lokal yang berukuran sangat besar. Mereka juga berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar barter yang diadakan seminggu sekali.

Rujukan bagian ini · revisi 29937569

Sumber dan cakupan

Suku Seasea

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.

Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q108662951 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2471393669. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan