Komunitas budaya · Belum dipetakan

Yunani Mesir

Bangsa Yunani sudah tinggal di Mesir sejak masa purba. Herodotus, yang mengunjungi Mesir pada abad ke-5 SM menulis bahwa bangsa Yunani adalah orang asing pertama yang pernah tinggal di Mesir.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah belum dipetakan. Baca keterangannya dalam uraian sumber.·Sumber per 2026-10-14

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 29896664. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Komunitas budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Uraian dan sumber tersedia. Dokumentasi foto atau media belum tersedia dalam profil ini.

Nama dan identitas

Yunani Mesir · Egyptiotes · Greeks in Egypt

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Masa purba#

Bangsa Yunani sudah tinggal di Mesir sejak masa purba. Herodotus, yang mengunjungi Mesir pada abad ke-5 SM menulis bahwa bangsa Yunani adalah orang asing pertama yang pernah tinggal di Mesir. Diodorus Siculus membuktikan bahwa Aktis dari Rhodes, salah satu Heliadae membangun kota Heliopolis sebelum bencana alam; demikian juga orang Atena membangun Sais. Ketika semua kota Yunani hancur selama bencana alam, kota Heliopolis dan Sais di Mesir tetap selamat.

Rujukan bagian ini · revisi 29896664

Kekuasaan Aleksander Agung (332-323 SM)#

Aleksander Agung menaklukkan Mesir di tahap awal perjalanan penaklukan akbarnya. Ia menghormati agama dan adat-istiadat Firaun dan ia dinyatakan oleh pendeta sebagai Firaun dari Mesir. Ia mendirikan kota Iskandariah. Setelah mangkat pada tahun 323 SM, kekaisarannya yang besar terbagi-bagi di antara para jenderalnya. Mesir diberikan kepada Ptolemeus I Soter, yang keturunannya membentuk dinasti kerajaan di Mesir – yang gilang-gemilang, walaupun kebanyakan berselera Yunani. Ibu kotanya terletak di Alexandria. Ptolemeus menambahkan pengesahan atas kekuasaanya di Mesir dengan memperoleh badan Aleksander. Ia mencegat jenazah yang dibalsem itu dalam perjalanan menuju pemakaman, membawanya ke Mesir dan menempatkannya di dalam peti mati emas di Iskandariah, dan tetap menjadi pemandangan terkenal dari kota ini selama bertahun-tahun, hingga kemungkinan dirusak dalam kerusuhan pada abad ke-3.

Rujukan bagian ini · revisi 29896664

Dinasti Ptolemeus (323-30 SM)#

Tujuan awal pemerintahan Ptolemeus adalah menentukan perbatasan yang tegas dan luas atas kerajaannya yang baru diperoleh, yang menimbulkan perang yang hampir berkelanjutan terhadap anggota utama lingkaran Aleksander lainnya. Terkadang ia menguasai Siprus dan malahan bagian Yunani Daratan. Ketika konflik itu reda, ia benar-benar mengendalikan Mesir dan mendapatkan tuntutan kuat (dipertentangkan oleh wangsa Seleukus) atas Palestina. Ia menyebut diri sebagai Raja Mesir dari tahun 306 SM. Dari masa ini ia turun tahta pada tahun 285 SM, demi salah satu puterandanya, wangsa Ptolemeus aman. Ptolemeus dan keturunannya menunjukkan rasa hormat pada tradisi Mesir – yakni agamanya – dan mengembalikannya pada ahli warisnya. Iskandariah menjadi pusat dunia Yunani dan Helenistik dan pusat perdagangan internasional, seni, dan ilmu pengetahuan. Mercusuar Alexandria adalah salah satu Tujuh Keajaiban Dunia Kuno sementara selama pemerintahan Ptolemeus II Filadelfus, Perpustakaan Iskandariah merupakan perpustakaan terbesar di dunia hingga saat dihancurkannya.

Rujukan bagian ini · revisi 29896664

Masyarakat Yunani#

Masyarakat Mesir Iskandariah didirikan pada tahun 1843. Pada tahun 1907, sensus resmi menunjukkan 62.973 orang Yunani tinggal di Mesir. Dari tahun 1940, bangsa Yunani berjumlah sekitar 250.000 jiwa. Masyarakat Mesir di Iskandariah tinggal di sekitar Gereja dan Biara Agios Savvas. Di daerah itu juga ada rumah pencarian untuk pelancong Yunani, sebuah rumah sakit dan kemudian sekolah milik Yunani. Keuskupan Ortodoks bermarkas di Gereja Agios Nikolaos, Damyath.

Di Kairo, masyarakat Yunani didirikan pada tahun 1856, dengan pusat di Tzouonia, Haret el Roum (Jalan Yunani), dan Hamzaoui. Kepatriarkian berpusat di Haret el Roum, dekat Gereja Santo Markus. Biara Santo Georgius di Kairo Lama masih ada. Biara tersebut dikelilingi oleh dinding besar dan di atasnya terdapat menara batu. Di dalam dinding itu terdapat RS, sekolah, dan rumah untuk orang tua dan miskin.

Rujukan bagian ini · revisi 29896664

Sumber dan cakupan

Yunani Mesir

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.

Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q2338367 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2548935884. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan