
Nama dan identitas
Suku Sawi · Suku Sawuy · Sawuy · Sawi · Sawi people
Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.
Sejarah#
Mereka dikenal sebagai pemburu kepala kanibalistik pada tahun 1950-an. Pos Belanda baru dibangun pada tahun 1955 di Primapun, Distrik Safan, Kabupaten Asmat, dan mereka memulai ekspedisi ke wilayah suku Sawi melalui Sungai Kronkel. Misionaris Kristen Don Richardson datang pada tahun 1965 dan hidup tinggal di antara suku Sawi selama 15 tahun, ia kemudian menulis sebuah buku tentang pengalamannya yang disebut Peace Child (Anak Perdamaian).
Rujukan bagian ini · revisi 29166049Wilayah adat#
Pada tahun 1962, terdapat sekitar 19 kampung yang ditinggali oleh suku Sawi di wilayah hulu dari Primapun. Suku-suku lain yang berdampingan dengan suku Sawi di wilayah tersebut berupa suku Awyu (Pisa) di sebelah timur, suku Asmat di sebelah barat dan utara, suku Kayagar dan suku Atohwaim di sebelah selatan.
Rujukan bagian ini · revisi 29166049Rumah adat#
Rumah adat suku Sawi disebut av pada umumnya berupa rumah panggung yang dibangun tinggi di atas pohon membentuk rumah pohon, dideskripsikan oleh Richardson berbentuk bungkuk, dan menyerupai roti. Memiliki panjang sekitar 12 meter, dan dibangun sekitar 9-15 meter di atas tanah. Walau tidak semua orang sawi membangun rumah pohon dan ada yang membangun rumah di permukaan tanah. Untuk naik dan turun ke dalam rumah terdapat tangga yang dibuat dari beberapa batang yang diikat. Di tengah pemukiman suku Sawi terdapat rumah laki-laki, wanita tidak diperbolehkan masuk kecuali diberi ijin, biasanya memiliki panjang sekitar 24 meter. Rumah panjang tesebut merupakan pusat kebudayaan suku Sawi, pada palang pintu biasanya dihias tulang belulang dari hewan dan manusia, digunakan sebagai aula perjamuan untuk tamu terhormat, forum tempat masyarakat berdiskusi tentang perang, tempat untuk laki-laki melakukan hubungan intim, dan tempat jagal untuk korban pengayauan.
Rujukan bagian ini · revisi 29166049Baca teks sumber bahasa Indonesia
Rumah adat suku Sawi disebut av pada umumnya berupa rumah panggung yang dibangun tinggi diatas pohon membentuk rumah pohon, dideskripsikan oleh Richardson berbentuk bungkuk, dan menyerupai roti. Memiliki panjang sekitar 12 meter, dan dibangun sekitar 9-15 meter diatas tanah. Walau tidak semua orang sawi membangun rumah pohon dan ada yang membangun rumah di permukaan tanah. Untuk naik dan turun kedalam rumah terdapat tangga yang dibuat dari beberapa batang yang diikat. Di tengah pemukiman suku Sawi terdapat rumah laki-laki, wanita tidak diperbolehkan masuk kecuali diberi ijin, biasanya memiliki panjang sekitar 24 meter. Rumah panjang tesebut merupakan pusat kebudayaan suku Sawi, pada palang pintu biasanya dihias tulang belulang dari hewan dan manusia, digunakan sebagai aula perjamuan untuk tamu terhormat, forum tempat masyarakat berdiskusi tentang perang, tempat untuk laki-laki melakukan hubungan intim, dan tempat jagal untuk korban pengayauan.
Sumber dan cakupan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.
Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.
Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.
Q6303738 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2478203595. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.
Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang
Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.
Baca metode penyusunan